Image

Sabtu, 24 Agustus 2017

“Marina menari di menara // di menara Marina menari, // Marina menari di menara,// Marina… Marina menari di menara//”

Lirik lagu diatas merupakan salah satu lagu untuk melatih fokus dan konsentrasi otak agar dapat bekerja lebih fokus sehingga mencapai tujuan. Dengan penuh semangat dan keceriaan para guru SMPN 1 Mojokerto menyanyikan lagu tersebut disertai gerakan tangan pada sebuah kegiatan workshop /pelatihan yang diselenggarakan di aula SMPN 1 Mojokerto, dengan pemateri seorang Psikolog dari Universitas Hang Tuah Surabaya, Bu Vanda Rossdiana.

Kegiatan pelatihan tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB. Tidak hanya diikuti oleh para pengajar dari SMP 1 saja tetapi guru-guru dari sekolah lain juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Materi dalam pelatihan tersebut sangat bermanfaat, para peserta dilatih untuk konsentrasi penuh serta belajar merubah mind set (pola pikir) bahwa hal-hal yang selama ini kita anggap sulit bahkan mustahil bisa kita lakukan dengan berhasil jika benar-benar fokus, konsentrasi dan berusaha.

Peserta pelatihan dapat belajar menggerakkan bolpoin ke arah kanan dengan kekuatan pikiran. Dan peserta juga berhasil memecahkan keramik hanya dengan menjatuhkan bola lampu diatasnya. Tidak hanya itu, peserta juga dapat memahami bagaimana karakternya masing-masing serta dapat mengetahui cara belajar siswa melalui karakter mereka.

Melalui kuisioner yang telah diisi seminggu sebelum pelatihan dimulai, para peserta dapat memahami dan menentukan karakter mana yang paling dominan. Koleris, dengan jiwa kepemimpinnnya, Melankolis, yang selalu mendambakan kesempurnaan dan penuh perhitungan dalam mengambil keputusan. Phlagmatis, dengan karakternya yang tenang, sabar, dan cinta damai, serta Sanguinis, dengan selera humornya yang tinggi dan suka dipuji.

Menginjak materi yang ke dua, peserta diajak memahami karakter siswa dan bagaimana mereka belajar. Karakter siswa digolongkan menjadi tiga. Yang pertama adalah, Visual. Siswa dengan karakter ini cenderung memiliki kecerdasan pada bagian penglihatan. Mereka senang jika diberikan tayangan berupa power point, gambar, film ataupun video. Yang ke dua adalah, Auditory. Karakter siswa semacam ini tergolong cukup unik. Mereka lebih suka belajar sambil mendengarkan musik. Dan yang yang ke tiga adalah Kinestetik. Siswa dengan kecerdasan kinestetik cenderung aktif, mereka lebih suka belajar dengan menggunakan alat peraga atau belajar sambil bermain.  

Dengan mengikuti pelatihan ini para pengajar SMPN 1 mendapatkan wawasan yang luas tentang dunia pendidikan. Semoga, para pendidik semakin termotivasi dan lebih semangat dalam mencerdaskan anak bangsa. SEMANGAT!!! (HN)