oleh FP
2018-03-22 11:00:58   |   Kategori umum  |   Dibaca 94 kali

Penguatan pendidikan karakter peserta didik melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah di Smpn 1 Kota Mojokerto sebagai pencapaian program KDK (Kecakapan Dasar Keagamaan) di Kota Mojokerto ini dimulai pada hari Senin, 12 Feburari 2018 dengan suasana bernuansa Islami di mana seluruh siswa laki-laki memakai peci, dan seluruh siswi perempuan memakai jilbab. Begitu pula dengan kurikulumnya pun ala pesantren dengan menggunakan kitab-kitab sesuai kurikulum KDK yang sudah tersusun dari hasil musyawarah seluruh ustadz-ustdzah MADIN(madrasah diniyah) dan GPAI di kota Mojokerto. Adapun materi yang harus dicapai yaitu ada materi tentang akhlak, fiqh dan al-qur’an. Program madrasah diniyah di SMPN 1 Kota Mojokerto ini dilaksanakan selama 2 hari selama seminggu. Di mana pada hari Senin jadwal untuk siswa kelas 7 dan hari Selasa untuk siswa kelas 8.  

Sesuai program Wali Kota Mojokerto di mana pada jenjang SMP juga harus melewati tes KDK (kecakapan dasar keagamaan di seluruh Sekolah Menengah Pertama baik Swasta maupun Negeri di Kota Mojokerto.  Di mana yang sebelumnya di Kota Mojokerto KDK hanya diterapkan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) di semua agama. Namun karena pentingnya pendidikan moral di era globalisasi saat ini, Wali Kota Mojokerto Bapak KH. Mas’ud Yunus mulai tahun 2018 ini menerapkan program KDK hingga jenjang SMP.

Program ini dilaunchingkan pada tanggal 22 Februari 2018 yang bertempat di aula SMPN 3 Kota Mojokerto dengan disaksikan juga oleh Kepala Dinas Pendidikan Novi Rahardjo, Dewan Pendidikan Kota, Pimpinan Kantor Kemenag dan seluruh Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kota Mojokerto. Wali Kota menjadikan KDK sebagai kebijakan Pemerintah Kota Mojokerto yang tujuannya adalah untuk mempersiapkan generasi muda dalam mengarungi kehidupan di masa yang akan datang. Pasalnya, kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi menjadi sumber yang tidak terbendung. Di hadapan ratusan guru agama SMP, guru TPQ dan tokoh agama se-Kota Mojokerto Wali Kota menuturkan bahwa pendidikan karakter sangat diperlukan dalam era milenial ini. “Pendidikan karakter harus dibarengi dengan pendidikan agama. Hakikatnya KDK itu untuk menambah jam pelajaran agama. Karena tidak dapat masuk kurikulum maka kita kolaborasikan dengan program KDK,” pesan Mas’ud Yunus.

Dalam sambutannya juga, Wali Kota berharap dengan adanya KDK tingkat SMP ini anak-anak nantinya menjadi generasi yang saleh ritual dan saleh sosial. Saleh ritual diukur melalui keaktifan dalam melaksanakan ibadah ritual. Saleh sosialnya artinya meningkatnya kepedulian anak-anak terhadap masalah sosial yang ada di lingkungan dan masyarakat. “Karena itu KDK ini banyak yang bersifat aplikatif. Jadi menyangkut masalah tingkah laku, berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Bagaimana anak-anak bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sekaligus dalam hal sikap perilakunya didasari dengan ilmu yang mereka miliki,” tegas Wali Kota. Sinergitas antara ilmu dan amal, diharap dapat membangun karakter bangsa._FP_