oleh HN
2019-03-06 14:32:03   |   Kategori umum  |   Dibaca 194 kali

Dalam dunia hiburan tanah air, untuk melairkan sosok seorang aktor, aktris, penyanyi, bahkan pelawak yang hebat, tidak terlepas dari pentingnya peran seorang pelatih atau sutradara. Dimana dalam menciptakan sebuah pertunjukan yang besar, selain bakat yang baik dari pemeran, juga diperlukan peran besar dari seorang sutradara atau pelatih untuk bisa mengatur alur dan jalannya pertunjukan sehingga bisa menghasilkan mahakarya seni yang luar biasa.

Layaknya seorang pelatih sepak bola terkenal Timnas U-22, sebut saja coach Indra Sjafri. Dengan kerja keras, ketelatenan, kesabaran, dan kepiawaiannya dalam menggiring serta memotivasi Timnas U-22 sehingga berhasil mengalahkan Thailand dalam ajang final Piala AFF U-22 yang digelar di Kamboja kemarin dan membawa mereka dalam panggung kejuaraan. Maka dapat disimpulkan, bahwa penting sekali peran seorang pelatih dalam mendidik anak-anak berbakat sehingga bisa menjadikan mereka bintang besar.

Dikesempatan kali ini, kami akan mengangkat biografi singkat dari sosok pelatih teater dan sutradara hebat yang sudah tujuh tahun bekerja sama dan melatih siswa-siswi SMP Negeri 1 Kota Mojokerto, telah banyak memperoleh piagam penghargaan sebagai sutradara terbaik, dan  membawa prestasi SMPN 1 Mojokerto sebagai juara umum dan juara nasional  dalam pertunjukan Teater Tradisi, kategori Penyaji Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Naskah Terbaik, dan Pemain Putra Terbaik, yang diselenggakan di Taman Mini Indonesia Indah.

Dialah, Mijil Pawestri, S.Sn, wanita 30 tahun, kelahiran Salatiga 27 April 1985. Ibu satu anak dengan gayanya yang santai, unik, bahkan terkesan nyentrik ini berhasil meraih gelar sarjana seni di bidang teater setelah tujuh tahun kuliah. Maklum, beliau semasa kuliah sering sekali malang melintang di panggung hiburan teater. Wanita yang selalu mengajak putrinya saat melatih teater ini, bertempat tinggal di Jl. Empu Nala 571 Kota Mojokerto, mulai melatih teater di SMPN 1 Mojokerto sejak tahun 2013, lalu resmi menjadi pelatih dalam ekstrakurikuler teater pada tahun 2015 hingga sekarang. Selain melatih teater di SMPN 1, beliau juga melatih di SDN Wates 2 Kota Mojokerto. Pementasan terakhir yang diapentaskan adalah monolog MASMIRAH pada tahun 2013, pada acara Dewan Kesenian Kota Mojokerto, setelah itu beliau hanya melatih teater dan menyutradarai saja.

Untuk bu Mijil sang sutradara hebat, kiranya prestasi yang telah dicapai dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan dimasa-masa mendatang. Succes always be with you… (HN)